Skip to main content

Belajar, Belajar, dan Belajar

Bismillah.
Assalamualaykum sahabatku.

Kali ini saya akan sedikit bercerita saja. Postingan ini mungkin cocok untuk sahabat yang masih duduk di bangku sekolahan. Sebenarnya sih, untuk belajar itu bukan semata mata hanya terpaku ada pelajaran di sekolah. Sebenarnya.

Gambar ini adalah salah satu dari sekian banyak kata-kata mutiara yang telah disampaikan oleh seorang tokoh legendaris dalam Islam dan tokoh yang mazhabnya banyak dijadikan pedoman oleh umat Islam di dunia. Siapa lagi jika bukan Imam Syafi'i.

Di dalam salah satu kata-kata beliau adalah ini
"bersungguh-sungguhlah dengan ilmu, ilmupun akan bersungguh sungguh dengan kita"

"engkau tidak akan memperoleh ilmu, kecuali dengan 6 hal: kecerdasan, semangat keras, kerajinan, ketabahan, biaya yang cukup,dan bersahabat dengan guru"

Imam Syafi'i menjelaskan bahwasannya kita tidak akan mendapat ilmu kecuali mempunyai ke enam hal tersebut. Terlebih yang harus digaris bawahi adalah semangat kuat, sifat rajin, dan ketabahan.

Banyak diantara kita, khususnya seorang pelajar yang mengalami banyak masalah dalam belajar. Hambatan seperti itu sudah menjadi hal yang biasa. Terkadang sebagai seorang murid, kita mengeluhkan betapa berat pelajaran sekolah yang harus ditanam di isi kepala kita, begitu banyak pula tugas-tugas dan begitu sulitnya pelajaran itu dimengerti. Titik jenuh dalam belajar bisa terjadi kapan saja, tergantung pada kondisi emosional seseorang.

Lantas bagaimanakah cara menghadapinya?
Sebenarnya saya juga belum mengetahui secara pasti bagaimana mengatasi masalah 'malas' tersebut. Terus terang saja saya juga mengalami semua itu.
Akan tetapi intinya, kita seharusnya membangun semangat dari dalam hati nurani yang paling dalam bahwa belajar adalah sebuah kebutuhan, dan belajar sangat dibutuhkan nantinya. Kadang cara terbaik untuk menyelesaikan suatu masalah adalah menyugesti diri sendiri. Yang kedua yang tidak kalah penting adalah mendekatkan diri kepada Allah. Mengapa? Karena Allah lah yang menciptakan perasaan, perasaan senang, perasaan sedih, termasuk juga perasaan malas tadi. Kemudian mintalah kepada-Nya untuk menetapkan hati kita pada suatu jalan yang lurus. Yang selanjutnya adalah membiasakan diri. Untuk menjadi sebuah 'kebiasaan', suatu pekerjaan paling tidak dilakukan selama 20 hari berturut turut (kata guru saya) karena itulah proses untuk menjadikan kebiasaan ini adalah hal yang mungkin sedikit sulit. Namun tidak menutup kemungkinan, proses pembiasaan ini adalah proses yang menyenangkan apabila dilakukan dengan cara yang baik dan benar.

Ada satu kata-kata Imam Syafi'i lagi:
"apabila engkau tidak tahan dengan lelahnya belajar, maka engkau akan merasakan perihnya kebodohan"

Wassalam

-stralucire

Comments

Popular posts from this blog

mungkin

Kalaupun memang harus aku tidak tahu, kalaupun memang sebaiknya aku tidak mengerti, maka tidak apa. kelak yang bersembunyi juga akan ditemukan kelak yang tak terlihat juga akan ditampakkan kalau memang sudah jalannya apakah harus aku menunggu haruskah aku mengingatnya? ataukah harus aku melupakannya, menjalani hidup dengan normal (kembali) ya, entahlah.. aku tidak  tahu, apakah harusnya aku mencari cari yang hilang itu berusaha memunculkannya sekarang atau menunggu waktu sampai ia muncul sendiri. mungkin yang kedua ini lebih baik. mungkin

The Young Gems

Bismillah.. Dengan Nama Allah dengan nama-Nya tidak berbahaya suatu apapun yang ada di langit dan bumi. -------------------------------------------------------------------------------- Ini adalah sebuah (lebih tepatnya sepenggal) kisah yang pernah saya lalui. Yang menjadi suatu kenangan untuk saya. Masih teringat saat aku pertama kali melangkahkan kakiku masuk ke kampus biru itu. Saat itu aku masih memakai seragam kebesaranku selama enam tahun disertai dengan sebuah tas baru yang dibelikan ibu sesaat setelah cap tiga jari dilaksanakan. Saat itu aku belum sepenuhnya paham akan arti 'masuk ke sekolah baru' yang ada dalam pikiranku adalah bukan apa apa. Aku memang tidak membayangkan bagaimana kehidupanku setelahku masuk disana. Aku tidak mempunyai bayangan samasekali. Yang jelas, aku akan memasuki fase kehidupan baru dimana aku akan berada bersama orang-orang yang baru pula. Beberapa hari kemudian, alhamdilillah. Allah menghendakiku untuk memasuki dan membuka lembar hidup b...

Syafakillah

Bismillah. Dengan nama Allah, dengan namaNya tidak akan berbahaya suatu apapun yang ada di langit maupun di bumi. Suatu musibah itu datang, apabila Allah memang menghendakinya. Dan sepertinya hal itulah yang terjadi kepada saya lusa. Mungkin memang Allah mengingatkan saya untuk lebih berhati-hati dalam setiap tindakan dan ucapan. Begitulah. Hari itu saya harus mengurus sesuatu hal yang memang mendesak dan harus diurus saat itu juga. Dalam perjalanan pulang, saya harus mengalami sebuah kecelakaan kecil yang mengakibatkan kaki kanan saya luka dan bengkak. Alhamdulillah, saya punya keluarga yang senantiasa bersama saya. Beginilah indahnya persaudaraan. Ketika yang lain jatuh, yang lainnya membangkitkan. Ketika kita butuh, maka mereka akan selalu ada, InsyaAllah. NB: Inilah beberapa dari mereka, dan saya sangat terharu dan bangga memiliki mereka semua. Semoga Allah juga memberikan kalian semua balasan yang terindah. Aamiin. Uhibbukum fillah. -stralucire ...