Skip to main content

Posts

Showing posts with the label islam

Pudarnya Pesona Cleopatra

"cinta tak menyadari kedalamannya, sampai ada saat perpisahan" -Kahlil Gibran Dengan panjang lebar ibu menjelaskan, sebenarnya sejak ada dalan kandungan aku telah dijodohkan dengan Raihana yang tak pernah kukenal.” Ibunya Raihana adalah teman karib ibu waktu nyantri di pesantren Mangkuyudan Solo dulu” kata ibu. “Kami pernah berjanji, jika dikarunia anak berlainan jenis akan besanan untuk memperteguh tali persaudaraan. Karena itu ibu mohon keikhlasanmu” , ucap beliau dengan nada mengiba. Dalam pergulatan jiwa yang sulit berhari-hari, akhirnya aku pasrah. Aku menuruti keinginan ibu. Aku tak mau mengecewakan ibu. Aku ingin menjadi mentari pagi dihatinya, meskipun untuk itu aku harus mengorbankan diriku. Dengan hati pahit kuserahkan semuanya bulat-bulat pada ibu. Meskipun sesungguhnya dalam hatiku timbul kecemasan-kecemasan yang datang begitu saja dan tidak tahu alasannya. Yang jelas aku sudah punya kriteria dan impian tersendiri untuk calon istriku. Aku tidak bisa ...

Mencintai Sejantan Ali

Ada rahasia terdalam di hati Ali yang tak dikisahkannya pada siapapun. Fathimah. Karib kecilnya, puteri tersayang dari Sang Nabi yang adalah sepupunya itu, sungguh memesonanya. Kesantunannya, ibadahnya, kecekatan kerjanya, parasnya. Lihatlah gadis itu pada suatu hari ketika ayahnya pulang dengan luka memercik darah dan kepala yang dilumur isi perut unta. Ia bersihkan hati-hati, ia seka dengan penuh cinta. Ia bakar perca, ia tempelkan ke luka untuk menghentikan darah ayahnya. Cinta tak pernah meminta untuk menanti, ia mengambil kesempatan atau mempersilakan Semuanya dilakukan dengan mata gerimis dan hati menangis. Muhammad ibn ‘Abdullah Sang Tepercaya tak layak diperlakukan demikian oleh kaumnya! Maka gadis cilik itu bangkit. Gagah ia berjalan menuju Ka’bah. Di sana, para pemuka Quraisy yang semula saling tertawa membanggakan tindakannya pada Sang Nabi tiba-tiba dicekam diam. Fathimah menghardik mereka dan seolah waktu berhenti, tak memberi mulut-mulut jalang itu kesempatan u...

Belajar, Belajar, dan Belajar

Bismillah. Assalamualaykum sahabatku. Kali ini saya akan sedikit bercerita saja. Postingan ini mungkin cocok untuk sahabat yang masih duduk di bangku sekolahan. Sebenarnya sih, untuk belajar itu bukan semata mata hanya terpaku ada pelajaran di sekolah. Sebenarnya. Gambar ini adalah salah satu dari sekian banyak kata-kata mutiara yang telah disampaikan oleh seorang tokoh legendaris dalam Islam dan tokoh yang mazhabnya banyak dijadikan pedoman oleh umat Islam di dunia. Siapa lagi jika bukan Imam Syafi'i. Di dalam salah satu kata-kata beliau adalah ini "bersungguh-sungguhlah dengan ilmu, ilmupun akan bersungguh sungguh dengan kita" "engkau tidak akan memperoleh ilmu, kecuali dengan 6 hal: kecerdasan, semangat keras, kerajinan, ketabahan, biaya yang cukup,dan bersahabat dengan guru" Imam Syafi'i menjelaskan bahwasannya kita tidak akan mendapat ilmu kecuali mempunyai ke enam hal tersebut. Terlebih yang harus digaris bawahi adalah semangat kuat, sifa...

Ilmu Menggali Sumur

Bismillah. Assalamualaykum sahabatku. Kali ini saya akan mengeshare tentang sedikit isi dari salah satu buku favorit saya. Sebenarnya saya tahu buku ini juga karena meminjannya dari perpustakaan. Dengan sampul berwana kuning dan biru serta gambar pada cover yang sederhana namun menarik, buku ini akan sangat mudah untuk di temukan. Sebenarnya ada dua buku, namun disatukan menjadi satu. Alhasil jadilah satu buah buku yang berisi dua buku. Judul dari buku ini adalah Beasiswa di Bawah Telapak Kaki Ibu dan Pungutlah Hikmah walaupun dari Mulut Paman Sam. Buku ini mengisahkan perjalanan sang penulis (Irfan Amalee) dalam ikhtiarnya menempuh pendidikan melalui jalur beasiswa di luar negri. Adapun bagian yang menarik dari buku ini adalah buku ini memiliki cara sendiri untuk menyajikan pelajaran pelajaran berharga yang dapat kita ambil dari dalamnya. Salah satu bagian yang saya sangat sukai adalah bagian Ilmu Menggali Sumur. Mungkin dari judul babnya sendiri kita tidak bisa menyimpulka...

Di Jalan Cinta Para Pejuang

Di jalan cinta para pejuang, biarkan cinta berhenti di titik ketaatan. Meloncati rasa suka dan tidak suka. Melampaui batas cinta dan benci. Karena hikmah sejati tak selalu terungkap di awal pagi. Karena seringkali kebodohan merabunkan kesan sesaat. Maka taat adalah prioritas yang kadang membuat perasaan-perasaan terkibas. Tapi yakinlah, di jalan cinta para pejuang, Allah lebih tahu tentang kita. Salim A Fillah

Syair Imam Syafi'i

Biarkan hari berlalu dengan segala lakunya, Lapangkan dada atas segala Takdir-Nya Janganlah gundah dengan segala derita Karena cobaan dunia hanya sementara Tangguhkan jiwa atas segala nestapa Hiasi diri dengan maaf dan sikap setia Semua aib akan dapat tertutup dengan kelapangan dada Layaknya kedermawanan menutupi cela manusia Tak ada kesedihan yang abadi, begitupun suka ria Dan tak ada pula cobaan yang kekal, begitupun riang gembira Di depan musuh, janganlah engkau bersikap lemah Karena hinaan dari seteru adalah bencana Dan jangan pernah berharap dari kikir durjana Karena api takkan menyediakan air untuk si haus dahaga Rizkimu takkan berkurang karena ditunda Dan takkan bertambah karena lelah mencarinya Bila engkau punya hati qona'ah bersahaja Tak ada bedanya engkau dengan pemilik dunia Bila kematian sudah datang waktunya Tak ada lagi langit dan bumi yang bisa membela Ingatlah, dunia Allah sangat luas tak terhingga Tapi bila takdir tiba, angkasa pun sempit terasa Maka biarkanlah ha...