Skip to main content

Posts

Showing posts from 2014

Berkata Baik atau Diam

Bismillahirrahmanirrahiim.. Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata, ” Seseorang mati karena tersandung lidahnya Dan seseorang tidak mati karena tersandung kakinya Tersandung mulutnya akan menambah (pening) kepalanya Sedang tersandung kakinya akan sembuh perlahan .” Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda, مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُت “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.” ( Muttafaq ‘alaih : Al-Bukhari, no. 6018; Muslim, no.47) Sebagian ulama berkata,  “Seandainya kalian yang membelikan kertas untuk para malaikat yang mencatat amal kalian, niscaya kalian akan lebih banyak diam daripada berbicara.” image from designdakwahislamindonesia.blogspot.com Content from : muslimah.or.id

Mawar Plastik

Apa yang ada di benak kalian saat mendengar tentang Mawar Plastik... ?? ya, mawar yang kumaksud disini adalah mawar asli yang dipetik kemudian diberi plastik agar terlihat cantik begitukah? tapi apa kalian sadari? lama kelamaan, mungkin lima hari atau seminggu lagi.. mawar yang tadinya indah itu mulai layu, terus mengering apakah itu yang kita harapkan dari sebuah mawar? layu dan tiada lagi berguna? tentu saja tidak, pasti kita ingin tetap melihatnya segar dan indah, bukan? lantas? jika kalian benar benar menyukai mawar maka, cara terbaik untuk menyukainya adalah membiarkannya hidup apa adanya karena indahnya mawar adalah ketika ia hidup ya, mungkin walaupun tidak dipetik sekalipun mawar itu akan tetap layu, atau mungkin meranggas tapi setidaknya, kita membiarkannya hidup seperti sebuah mawar seharusnya hidup kadang kita tidaklah tahu, mungkin saja ada orang lain yang juga merasakan kebahagiaan ketika melihat mawar itu jadi, kita membagi kebaha...

mungkin

Kalaupun memang harus aku tidak tahu, kalaupun memang sebaiknya aku tidak mengerti, maka tidak apa. kelak yang bersembunyi juga akan ditemukan kelak yang tak terlihat juga akan ditampakkan kalau memang sudah jalannya apakah harus aku menunggu haruskah aku mengingatnya? ataukah harus aku melupakannya, menjalani hidup dengan normal (kembali) ya, entahlah.. aku tidak  tahu, apakah harusnya aku mencari cari yang hilang itu berusaha memunculkannya sekarang atau menunggu waktu sampai ia muncul sendiri. mungkin yang kedua ini lebih baik. mungkin

TAK TEREKAM

Bagaikan lagu bersajak indah yang terlewat hingga setiap keping nada tak terdengar mengalun dengancepat tanpa perlu diperhatikan Cuma debu usang tersapu oleh tekanan demi tekanan terbang tak tahu kemana tujuan cuma debu usang yang bebas namun terbuang Hanya angin pembawa durja mengantarkan setiap inci kedinginan pada setiap hal yang dilaluinya Hanya angin membawa duka yang menghembuskan luka yang membawa kembali rana Bak daun kering yang berjatuhan tak pantas lagi ditahan lalu digugurkan jatuh dan tidak lagi dipedulikan

Pudarnya Pesona Cleopatra

"cinta tak menyadari kedalamannya, sampai ada saat perpisahan" -Kahlil Gibran Dengan panjang lebar ibu menjelaskan, sebenarnya sejak ada dalan kandungan aku telah dijodohkan dengan Raihana yang tak pernah kukenal.” Ibunya Raihana adalah teman karib ibu waktu nyantri di pesantren Mangkuyudan Solo dulu” kata ibu. “Kami pernah berjanji, jika dikarunia anak berlainan jenis akan besanan untuk memperteguh tali persaudaraan. Karena itu ibu mohon keikhlasanmu” , ucap beliau dengan nada mengiba. Dalam pergulatan jiwa yang sulit berhari-hari, akhirnya aku pasrah. Aku menuruti keinginan ibu. Aku tak mau mengecewakan ibu. Aku ingin menjadi mentari pagi dihatinya, meskipun untuk itu aku harus mengorbankan diriku. Dengan hati pahit kuserahkan semuanya bulat-bulat pada ibu. Meskipun sesungguhnya dalam hatiku timbul kecemasan-kecemasan yang datang begitu saja dan tidak tahu alasannya. Yang jelas aku sudah punya kriteria dan impian tersendiri untuk calon istriku. Aku tidak bisa ...

Surat Untuk (Calon) Ibu Mertua

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh… Duhai calon ibu mertuaku, Perkenalkanlah saya adalah wanita biasa dengan kepribadian yang teramat biasa dan dari kalangan keluarga yang biasa saja Saya bukanlah Khadijah ra, Seorang wanita yang luar biasa dalam Sejarah wanita islam dan teramat Mulia Saya bukanlah Aisyah ra, Seorang yang utama dalam ketakwaannya Buka n pula Fatimah Az Zahra yang sangat utama dalam Ketabahannya Bukanlah Siti Hajjar yang sabar dalam penderitaan Tidak pula seperti Zulaikha yang teramat sangat cantiknya Apalagi al Khansa yang sangat pandai mendidik mujahid – mujahid kecilnya Tapi,Seperti yang saya katakan, saya hanya wanita biasa, Dengan ketakwaan yang biasa Ketabahan yang tak seberapa, Dan kecantikkan saya pun tak pantas di perhitungkan Namun ibu, Saya adalah wanita akhir zaman,. Yang punya cita – cita, menjadi wanita Sholehah Yang akan berusaha mengabdi pada calon Suami saya dan juga Ibu, Calon Ibu mertuaku “Wassalamuallaikum Warohmatullahi Wabarakatuh Calo...

Another Book : Tetap saja kusebut dia cinta

Bismillah.. Ada hal yang begitu menarik setelah saya berkunjung ke perpustakaan sekolah tadi siang. teman saya menemukan sebuah buku yang menurut saya sangat menarik walaupun saya hanya melihat sekilas dari sampulnya.  Buku tersebut berjudul "Tetap saja kusebut dia  cinta" buah karya dari seorang penulis terkenal yaitu Tasaro GK.  Dari sampul dan kertas didalamnya yang berwarna warni, buku ini sempat diperebutkan oleh  empat orang kawan saya untuk menjadi peminjam pertamanya, maklum buku baru. Tibalah giliran saya meminjam buku itu, saya agak kaget ketika mengetahui bahwa buku tersebut bukanlah novel melainkan kumpulan cerita pendek karya Tasaro. Jujur saya tidak terlalu suka membaca kumpulan cerpen semacam ini, namun tidak untuk buku ini. Dari kisah pertama yang ditulis saya bisa menikmati ceritanya hingga tuntas, meskipun ada beberapa cerita yang punya akhiran 'nggantung'. Saya sangat suka didalam buku ini diselipkan beberapa lukisan dari seorang p...

SEIKAT SIMPUL ASA

Hanya bayangan asa Yang menembus batas masa Terlarut dalam kenangan lama Dan membawa kembali segenap luka Pedih, Perih Bak cidera ku merintih Mengeruhkan yang jernih Menghitamkan yang putih Hanya masa lalu mengikuti laksana benalu Membiarkan segenap hati tersayat sembilu Menyisakan pilu Apa dayaku terlambat Seperti semua telah terjerat Pada simpul kenangan yang mengikat Haruskah.. Meskipun mimpi-mimpi telah merekah Haruskah.. Semua hancur dan musnah Apakah... Segenap harap yang tercurah Haruskah.. Ku remukkan seiring kaki ini melangkah -stralucire

Hitam di Atas Putih

".... Dan ketika aku terbangun dari mimpi buruk ini, ketika itu pula aku menyadari.. Aku TIDAK sendiri...." Berdiri di tengahtengah kerumunan orang, dan aku merasa hampa. Banyak yang mengajakku bicara, dan aku tahu semua hanya kebohongan dan basa basi saja. Ketika semuanya menyapaku, aku tahu itu hanya usaha agar tak membuatku curiga. Entah kenapa, dunia ini penuh kepalsuan. Dan kepalsuan itu membuat mereka bangga, bangga? Aku berada di tengah tengah orang yang semuanya memburu sebuah tujuan yang sama, mereka menginginkan dunia mereka lebih baik dari dunia orang lain. Memang, itu tidak bisa lagi disebut egois atau apapun itu. Sungguh, aku benar benar berada di sini. Di kehidupan fana penuh iri benci ini. Kemanapun langkah kaki, yang kutemui hanyalah kesombongan diri yang menutupi keindahan hati. Bagaimana bisa? Aku tiada percaya, ini semua nyata. Mengapa begitu sulit untuk memaknai kebersamaan, mengapa begitu enggan untuk menyebut kekeluargaan. Mengapa ti...

SEBERKAS PENDAR RASA

Hanya ilusi menyayat hati Hingga sesekali jatuh ku tak mampu berdiri Dalam sepinya malam aku mencari Gerangan apa hingga hati ini jadi mati Dalam diam ku bertanya Akankah semua ini nyata? Ataukah hanya bayangan fana? Haruskah aku lari dari kenyataan? Atau menghilangkan segenap perasaan? Sebuah ucapan indah Berpilin-pilin di angkasa Merekah menjadi pendar-pendar rasa Akankah aku mendapatkan yang sama -stralucire

Pagi

Bismillah... Dengan nama Allah, dengan nama-Nya tidak akan berbahaya suatu apapun yang ada di bumi maupun di langit. -------------------------------- Pagi, saat dimana sehari yang melelahkan telah terlampaui. Pagi, dimana hari yang lebih melelahkan ada di depan mata. Bagiku waktu selalu pagi, saat embun bergelayut di ujung dedaunan seiring dengan helaan nafas tertahan. Pagi, di saat dunia terbangun dari tidur malamnya. Saat dimana seluruh dunia bersiap untuk hari yang akan segera bermula. Pagi. Adalah saat dimana semua kesedihan hari lalu ditanggalkan, ketika semua kekecewaan ditinggalkan. Adalah pagi, yang membawa segenap harapan baru untuk masa mendatang. Adalah pagi, yang melebur setiap kesedihan hati yang tersisa.

Mencintai Sejantan Ali

Ada rahasia terdalam di hati Ali yang tak dikisahkannya pada siapapun. Fathimah. Karib kecilnya, puteri tersayang dari Sang Nabi yang adalah sepupunya itu, sungguh memesonanya. Kesantunannya, ibadahnya, kecekatan kerjanya, parasnya. Lihatlah gadis itu pada suatu hari ketika ayahnya pulang dengan luka memercik darah dan kepala yang dilumur isi perut unta. Ia bersihkan hati-hati, ia seka dengan penuh cinta. Ia bakar perca, ia tempelkan ke luka untuk menghentikan darah ayahnya. Cinta tak pernah meminta untuk menanti, ia mengambil kesempatan atau mempersilakan Semuanya dilakukan dengan mata gerimis dan hati menangis. Muhammad ibn ‘Abdullah Sang Tepercaya tak layak diperlakukan demikian oleh kaumnya! Maka gadis cilik itu bangkit. Gagah ia berjalan menuju Ka’bah. Di sana, para pemuka Quraisy yang semula saling tertawa membanggakan tindakannya pada Sang Nabi tiba-tiba dicekam diam. Fathimah menghardik mereka dan seolah waktu berhenti, tak memberi mulut-mulut jalang itu kesempatan u...

The Young Gems

Bismillah.. Dengan Nama Allah dengan nama-Nya tidak berbahaya suatu apapun yang ada di langit dan bumi. -------------------------------------------------------------------------------- Ini adalah sebuah (lebih tepatnya sepenggal) kisah yang pernah saya lalui. Yang menjadi suatu kenangan untuk saya. Masih teringat saat aku pertama kali melangkahkan kakiku masuk ke kampus biru itu. Saat itu aku masih memakai seragam kebesaranku selama enam tahun disertai dengan sebuah tas baru yang dibelikan ibu sesaat setelah cap tiga jari dilaksanakan. Saat itu aku belum sepenuhnya paham akan arti 'masuk ke sekolah baru' yang ada dalam pikiranku adalah bukan apa apa. Aku memang tidak membayangkan bagaimana kehidupanku setelahku masuk disana. Aku tidak mempunyai bayangan samasekali. Yang jelas, aku akan memasuki fase kehidupan baru dimana aku akan berada bersama orang-orang yang baru pula. Beberapa hari kemudian, alhamdilillah. Allah menghendakiku untuk memasuki dan membuka lembar hidup b...

Syafakillah

Bismillah. Dengan nama Allah, dengan namaNya tidak akan berbahaya suatu apapun yang ada di langit maupun di bumi. Suatu musibah itu datang, apabila Allah memang menghendakinya. Dan sepertinya hal itulah yang terjadi kepada saya lusa. Mungkin memang Allah mengingatkan saya untuk lebih berhati-hati dalam setiap tindakan dan ucapan. Begitulah. Hari itu saya harus mengurus sesuatu hal yang memang mendesak dan harus diurus saat itu juga. Dalam perjalanan pulang, saya harus mengalami sebuah kecelakaan kecil yang mengakibatkan kaki kanan saya luka dan bengkak. Alhamdulillah, saya punya keluarga yang senantiasa bersama saya. Beginilah indahnya persaudaraan. Ketika yang lain jatuh, yang lainnya membangkitkan. Ketika kita butuh, maka mereka akan selalu ada, InsyaAllah. NB: Inilah beberapa dari mereka, dan saya sangat terharu dan bangga memiliki mereka semua. Semoga Allah juga memberikan kalian semua balasan yang terindah. Aamiin. Uhibbukum fillah. -stralucire ...

Kalian

Bismillah. Dengan nama Allah, dengan namaNya tidak berbahaya suatu apapun yang ada di langit maupun di bumi. ----------------------------------------------- Mengapa? Mengapa bahkan ketika aku peduli, malah tidak ada yang peduli. Mengapa di saat aku merasa butuh. Malah semuanya menjauh. Mengapa di saat aku menggerakkan suatu kebaikan, malah semua pergi dan mengacuhkan. Aku tak tahu. Mungkin dunia telah berkonspirasi untuk tidak memihak kepadaku. Mungkin semua orang sudah berkonspirasi untuk menjatuhkanku ketika aku sudah terlalu jatuh. Dan aku tak tahu. Ketika wajah wajah sebal menatap. Dan ketika sapa tak dijawab. Bahkan orang orang yang dulunya sangat aku harapkan, kini berubah menjadi aslinya masing masing. Aku tidak tahu. Seperti aku hanya sendiri yang tidak tahu mekanisme yang mereka buat. Seperti aku hanya akan berjuang sendiri untuk mewujudkan harapan. Ah. Teruskanlah pekerjaan kalian kawan. Mungkin aku hanyalah sebuah kerikil kecil yang hanya mempersulit langkah ka...

Seberkas Cita Fana

Bismillah. Dengan nama Allah, dengan namaNya tidak berbahaya suatu apapun yang ada di langit maupun di bumi... Mungkin memang benar yang dikatakan orang, ah kamu hanyalah bermimpi. Memangnya kenapa kamu menginginkan itu padahal jelas sudah kamu tak akan mendapatkannya? Kamu hanya membuang waktumu dengan hal yang sia-sia. Menempatkan waktumu untuk mewujudkannya padahal jelas itu fana, menyisihkan sebagian doamu untuk itu padahal mungkin Allah tidak meridhoinya. Tidak. Aku bermimpi, dan aku punya cita. Mengapa aku menginginkannya walau itu fana? Karena aku tahu Allah punya cinta. Cinta kepada makhluk-Nya yang menghamba. Allah akan mengabulkan permintaan hambaNya. Dan aku yakin.

Belajar, Belajar, dan Belajar

Bismillah. Assalamualaykum sahabatku. Kali ini saya akan sedikit bercerita saja. Postingan ini mungkin cocok untuk sahabat yang masih duduk di bangku sekolahan. Sebenarnya sih, untuk belajar itu bukan semata mata hanya terpaku ada pelajaran di sekolah. Sebenarnya. Gambar ini adalah salah satu dari sekian banyak kata-kata mutiara yang telah disampaikan oleh seorang tokoh legendaris dalam Islam dan tokoh yang mazhabnya banyak dijadikan pedoman oleh umat Islam di dunia. Siapa lagi jika bukan Imam Syafi'i. Di dalam salah satu kata-kata beliau adalah ini "bersungguh-sungguhlah dengan ilmu, ilmupun akan bersungguh sungguh dengan kita" "engkau tidak akan memperoleh ilmu, kecuali dengan 6 hal: kecerdasan, semangat keras, kerajinan, ketabahan, biaya yang cukup,dan bersahabat dengan guru" Imam Syafi'i menjelaskan bahwasannya kita tidak akan mendapat ilmu kecuali mempunyai ke enam hal tersebut. Terlebih yang harus digaris bawahi adalah semangat kuat, sifa...

Ilmu Menggali Sumur

Bismillah. Assalamualaykum sahabatku. Kali ini saya akan mengeshare tentang sedikit isi dari salah satu buku favorit saya. Sebenarnya saya tahu buku ini juga karena meminjannya dari perpustakaan. Dengan sampul berwana kuning dan biru serta gambar pada cover yang sederhana namun menarik, buku ini akan sangat mudah untuk di temukan. Sebenarnya ada dua buku, namun disatukan menjadi satu. Alhasil jadilah satu buah buku yang berisi dua buku. Judul dari buku ini adalah Beasiswa di Bawah Telapak Kaki Ibu dan Pungutlah Hikmah walaupun dari Mulut Paman Sam. Buku ini mengisahkan perjalanan sang penulis (Irfan Amalee) dalam ikhtiarnya menempuh pendidikan melalui jalur beasiswa di luar negri. Adapun bagian yang menarik dari buku ini adalah buku ini memiliki cara sendiri untuk menyajikan pelajaran pelajaran berharga yang dapat kita ambil dari dalamnya. Salah satu bagian yang saya sangat sukai adalah bagian Ilmu Menggali Sumur. Mungkin dari judul babnya sendiri kita tidak bisa menyimpulka...

Di Jalan Cinta Para Pejuang

Di jalan cinta para pejuang, biarkan cinta berhenti di titik ketaatan. Meloncati rasa suka dan tidak suka. Melampaui batas cinta dan benci. Karena hikmah sejati tak selalu terungkap di awal pagi. Karena seringkali kebodohan merabunkan kesan sesaat. Maka taat adalah prioritas yang kadang membuat perasaan-perasaan terkibas. Tapi yakinlah, di jalan cinta para pejuang, Allah lebih tahu tentang kita. Salim A Fillah

Syair Imam Syafi'i

Biarkan hari berlalu dengan segala lakunya, Lapangkan dada atas segala Takdir-Nya Janganlah gundah dengan segala derita Karena cobaan dunia hanya sementara Tangguhkan jiwa atas segala nestapa Hiasi diri dengan maaf dan sikap setia Semua aib akan dapat tertutup dengan kelapangan dada Layaknya kedermawanan menutupi cela manusia Tak ada kesedihan yang abadi, begitupun suka ria Dan tak ada pula cobaan yang kekal, begitupun riang gembira Di depan musuh, janganlah engkau bersikap lemah Karena hinaan dari seteru adalah bencana Dan jangan pernah berharap dari kikir durjana Karena api takkan menyediakan air untuk si haus dahaga Rizkimu takkan berkurang karena ditunda Dan takkan bertambah karena lelah mencarinya Bila engkau punya hati qona'ah bersahaja Tak ada bedanya engkau dengan pemilik dunia Bila kematian sudah datang waktunya Tak ada lagi langit dan bumi yang bisa membela Ingatlah, dunia Allah sangat luas tak terhingga Tapi bila takdir tiba, angkasa pun sempit terasa Maka biarkanlah ha...