Skip to main content

Surat Untuk (Calon) Ibu Mertua

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…

Duhai calon ibu mertuaku,
Perkenalkanlah saya adalah wanita biasa dengan kepribadian yang teramat biasa dan dari kalangan keluarga yang biasa saja
Saya bukanlah Khadijah ra, Seorang wanita yang luar biasa dalam Sejarah wanita islam dan teramat Mulia
Saya bukanlah Aisyah ra, Seorang yang utama dalam ketakwaannya
Bukan pula Fatimah Az Zahra yang sangat utama dalam Ketabahannya
Bukanlah Siti Hajjar yang sabar dalam penderitaan
Tidak pula seperti Zulaikha yang teramat sangat cantiknya
Apalagi al Khansa yang sangat pandai mendidik mujahid – mujahid kecilnya

Tapi,Seperti yang saya katakan, saya hanya wanita biasa,
Dengan ketakwaan yang biasa
Ketabahan yang tak seberapa,
Dan kecantikkan saya pun tak pantas di perhitungkan

Namun ibu,
Saya adalah wanita akhir zaman,.
Yang punya cita – cita, menjadi wanita Sholehah
Yang akan berusaha mengabdi pada calon Suami saya
dan juga Ibu, Calon Ibu mertuaku


“Wassalamuallaikum Warohmatullahi Wabarakatuh
Calon Menantumu 


*sepucuk surat untuk calon ibu mertua (yang entah siapa dan dimana berada)*

Comments

Popular posts from this blog

mungkin

Kalaupun memang harus aku tidak tahu, kalaupun memang sebaiknya aku tidak mengerti, maka tidak apa. kelak yang bersembunyi juga akan ditemukan kelak yang tak terlihat juga akan ditampakkan kalau memang sudah jalannya apakah harus aku menunggu haruskah aku mengingatnya? ataukah harus aku melupakannya, menjalani hidup dengan normal (kembali) ya, entahlah.. aku tidak  tahu, apakah harusnya aku mencari cari yang hilang itu berusaha memunculkannya sekarang atau menunggu waktu sampai ia muncul sendiri. mungkin yang kedua ini lebih baik. mungkin

The Young Gems

Bismillah.. Dengan Nama Allah dengan nama-Nya tidak berbahaya suatu apapun yang ada di langit dan bumi. -------------------------------------------------------------------------------- Ini adalah sebuah (lebih tepatnya sepenggal) kisah yang pernah saya lalui. Yang menjadi suatu kenangan untuk saya. Masih teringat saat aku pertama kali melangkahkan kakiku masuk ke kampus biru itu. Saat itu aku masih memakai seragam kebesaranku selama enam tahun disertai dengan sebuah tas baru yang dibelikan ibu sesaat setelah cap tiga jari dilaksanakan. Saat itu aku belum sepenuhnya paham akan arti 'masuk ke sekolah baru' yang ada dalam pikiranku adalah bukan apa apa. Aku memang tidak membayangkan bagaimana kehidupanku setelahku masuk disana. Aku tidak mempunyai bayangan samasekali. Yang jelas, aku akan memasuki fase kehidupan baru dimana aku akan berada bersama orang-orang yang baru pula. Beberapa hari kemudian, alhamdilillah. Allah menghendakiku untuk memasuki dan membuka lembar hidup b...

Syafakillah

Bismillah. Dengan nama Allah, dengan namaNya tidak akan berbahaya suatu apapun yang ada di langit maupun di bumi. Suatu musibah itu datang, apabila Allah memang menghendakinya. Dan sepertinya hal itulah yang terjadi kepada saya lusa. Mungkin memang Allah mengingatkan saya untuk lebih berhati-hati dalam setiap tindakan dan ucapan. Begitulah. Hari itu saya harus mengurus sesuatu hal yang memang mendesak dan harus diurus saat itu juga. Dalam perjalanan pulang, saya harus mengalami sebuah kecelakaan kecil yang mengakibatkan kaki kanan saya luka dan bengkak. Alhamdulillah, saya punya keluarga yang senantiasa bersama saya. Beginilah indahnya persaudaraan. Ketika yang lain jatuh, yang lainnya membangkitkan. Ketika kita butuh, maka mereka akan selalu ada, InsyaAllah. NB: Inilah beberapa dari mereka, dan saya sangat terharu dan bangga memiliki mereka semua. Semoga Allah juga memberikan kalian semua balasan yang terindah. Aamiin. Uhibbukum fillah. -stralucire ...