Skip to main content

Posts

Showing posts with the label mengisikekosongan

Surat Untuk (Calon) Ibu Mertua

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh… Duhai calon ibu mertuaku, Perkenalkanlah saya adalah wanita biasa dengan kepribadian yang teramat biasa dan dari kalangan keluarga yang biasa saja Saya bukanlah Khadijah ra, Seorang wanita yang luar biasa dalam Sejarah wanita islam dan teramat Mulia Saya bukanlah Aisyah ra, Seorang yang utama dalam ketakwaannya Buka n pula Fatimah Az Zahra yang sangat utama dalam Ketabahannya Bukanlah Siti Hajjar yang sabar dalam penderitaan Tidak pula seperti Zulaikha yang teramat sangat cantiknya Apalagi al Khansa yang sangat pandai mendidik mujahid – mujahid kecilnya Tapi,Seperti yang saya katakan, saya hanya wanita biasa, Dengan ketakwaan yang biasa Ketabahan yang tak seberapa, Dan kecantikkan saya pun tak pantas di perhitungkan Namun ibu, Saya adalah wanita akhir zaman,. Yang punya cita – cita, menjadi wanita Sholehah Yang akan berusaha mengabdi pada calon Suami saya dan juga Ibu, Calon Ibu mertuaku “Wassalamuallaikum Warohmatullahi Wabarakatuh Calo...

Hitam di Atas Putih

".... Dan ketika aku terbangun dari mimpi buruk ini, ketika itu pula aku menyadari.. Aku TIDAK sendiri...." Berdiri di tengahtengah kerumunan orang, dan aku merasa hampa. Banyak yang mengajakku bicara, dan aku tahu semua hanya kebohongan dan basa basi saja. Ketika semuanya menyapaku, aku tahu itu hanya usaha agar tak membuatku curiga. Entah kenapa, dunia ini penuh kepalsuan. Dan kepalsuan itu membuat mereka bangga, bangga? Aku berada di tengah tengah orang yang semuanya memburu sebuah tujuan yang sama, mereka menginginkan dunia mereka lebih baik dari dunia orang lain. Memang, itu tidak bisa lagi disebut egois atau apapun itu. Sungguh, aku benar benar berada di sini. Di kehidupan fana penuh iri benci ini. Kemanapun langkah kaki, yang kutemui hanyalah kesombongan diri yang menutupi keindahan hati. Bagaimana bisa? Aku tiada percaya, ini semua nyata. Mengapa begitu sulit untuk memaknai kebersamaan, mengapa begitu enggan untuk menyebut kekeluargaan. Mengapa ti...

Pagi

Bismillah... Dengan nama Allah, dengan nama-Nya tidak akan berbahaya suatu apapun yang ada di bumi maupun di langit. -------------------------------- Pagi, saat dimana sehari yang melelahkan telah terlampaui. Pagi, dimana hari yang lebih melelahkan ada di depan mata. Bagiku waktu selalu pagi, saat embun bergelayut di ujung dedaunan seiring dengan helaan nafas tertahan. Pagi, di saat dunia terbangun dari tidur malamnya. Saat dimana seluruh dunia bersiap untuk hari yang akan segera bermula. Pagi. Adalah saat dimana semua kesedihan hari lalu ditanggalkan, ketika semua kekecewaan ditinggalkan. Adalah pagi, yang membawa segenap harapan baru untuk masa mendatang. Adalah pagi, yang melebur setiap kesedihan hati yang tersisa.

Syafakillah

Bismillah. Dengan nama Allah, dengan namaNya tidak akan berbahaya suatu apapun yang ada di langit maupun di bumi. Suatu musibah itu datang, apabila Allah memang menghendakinya. Dan sepertinya hal itulah yang terjadi kepada saya lusa. Mungkin memang Allah mengingatkan saya untuk lebih berhati-hati dalam setiap tindakan dan ucapan. Begitulah. Hari itu saya harus mengurus sesuatu hal yang memang mendesak dan harus diurus saat itu juga. Dalam perjalanan pulang, saya harus mengalami sebuah kecelakaan kecil yang mengakibatkan kaki kanan saya luka dan bengkak. Alhamdulillah, saya punya keluarga yang senantiasa bersama saya. Beginilah indahnya persaudaraan. Ketika yang lain jatuh, yang lainnya membangkitkan. Ketika kita butuh, maka mereka akan selalu ada, InsyaAllah. NB: Inilah beberapa dari mereka, dan saya sangat terharu dan bangga memiliki mereka semua. Semoga Allah juga memberikan kalian semua balasan yang terindah. Aamiin. Uhibbukum fillah. -stralucire ...

Kalian

Bismillah. Dengan nama Allah, dengan namaNya tidak berbahaya suatu apapun yang ada di langit maupun di bumi. ----------------------------------------------- Mengapa? Mengapa bahkan ketika aku peduli, malah tidak ada yang peduli. Mengapa di saat aku merasa butuh. Malah semuanya menjauh. Mengapa di saat aku menggerakkan suatu kebaikan, malah semua pergi dan mengacuhkan. Aku tak tahu. Mungkin dunia telah berkonspirasi untuk tidak memihak kepadaku. Mungkin semua orang sudah berkonspirasi untuk menjatuhkanku ketika aku sudah terlalu jatuh. Dan aku tak tahu. Ketika wajah wajah sebal menatap. Dan ketika sapa tak dijawab. Bahkan orang orang yang dulunya sangat aku harapkan, kini berubah menjadi aslinya masing masing. Aku tidak tahu. Seperti aku hanya sendiri yang tidak tahu mekanisme yang mereka buat. Seperti aku hanya akan berjuang sendiri untuk mewujudkan harapan. Ah. Teruskanlah pekerjaan kalian kawan. Mungkin aku hanyalah sebuah kerikil kecil yang hanya mempersulit langkah ka...

Seberkas Cita Fana

Bismillah. Dengan nama Allah, dengan namaNya tidak berbahaya suatu apapun yang ada di langit maupun di bumi... Mungkin memang benar yang dikatakan orang, ah kamu hanyalah bermimpi. Memangnya kenapa kamu menginginkan itu padahal jelas sudah kamu tak akan mendapatkannya? Kamu hanya membuang waktumu dengan hal yang sia-sia. Menempatkan waktumu untuk mewujudkannya padahal jelas itu fana, menyisihkan sebagian doamu untuk itu padahal mungkin Allah tidak meridhoinya. Tidak. Aku bermimpi, dan aku punya cita. Mengapa aku menginginkannya walau itu fana? Karena aku tahu Allah punya cinta. Cinta kepada makhluk-Nya yang menghamba. Allah akan mengabulkan permintaan hambaNya. Dan aku yakin.