Skip to main content

Posts

Surat Untuk (Calon) Ibu Mertua

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh… Duhai calon ibu mertuaku, Perkenalkanlah saya adalah wanita biasa dengan kepribadian yang teramat biasa dan dari kalangan keluarga yang biasa saja Saya bukanlah Khadijah ra, Seorang wanita yang luar biasa dalam Sejarah wanita islam dan teramat Mulia Saya bukanlah Aisyah ra, Seorang yang utama dalam ketakwaannya Buka n pula Fatimah Az Zahra yang sangat utama dalam Ketabahannya Bukanlah Siti Hajjar yang sabar dalam penderitaan Tidak pula seperti Zulaikha yang teramat sangat cantiknya Apalagi al Khansa yang sangat pandai mendidik mujahid – mujahid kecilnya Tapi,Seperti yang saya katakan, saya hanya wanita biasa, Dengan ketakwaan yang biasa Ketabahan yang tak seberapa, Dan kecantikkan saya pun tak pantas di perhitungkan Namun ibu, Saya adalah wanita akhir zaman,. Yang punya cita – cita, menjadi wanita Sholehah Yang akan berusaha mengabdi pada calon Suami saya dan juga Ibu, Calon Ibu mertuaku “Wassalamuallaikum Warohmatullahi Wabarakatuh Calo...

Another Book : Tetap saja kusebut dia cinta

Bismillah.. Ada hal yang begitu menarik setelah saya berkunjung ke perpustakaan sekolah tadi siang. teman saya menemukan sebuah buku yang menurut saya sangat menarik walaupun saya hanya melihat sekilas dari sampulnya.  Buku tersebut berjudul "Tetap saja kusebut dia  cinta" buah karya dari seorang penulis terkenal yaitu Tasaro GK.  Dari sampul dan kertas didalamnya yang berwarna warni, buku ini sempat diperebutkan oleh  empat orang kawan saya untuk menjadi peminjam pertamanya, maklum buku baru. Tibalah giliran saya meminjam buku itu, saya agak kaget ketika mengetahui bahwa buku tersebut bukanlah novel melainkan kumpulan cerita pendek karya Tasaro. Jujur saya tidak terlalu suka membaca kumpulan cerpen semacam ini, namun tidak untuk buku ini. Dari kisah pertama yang ditulis saya bisa menikmati ceritanya hingga tuntas, meskipun ada beberapa cerita yang punya akhiran 'nggantung'. Saya sangat suka didalam buku ini diselipkan beberapa lukisan dari seorang p...

SEIKAT SIMPUL ASA

Hanya bayangan asa Yang menembus batas masa Terlarut dalam kenangan lama Dan membawa kembali segenap luka Pedih, Perih Bak cidera ku merintih Mengeruhkan yang jernih Menghitamkan yang putih Hanya masa lalu mengikuti laksana benalu Membiarkan segenap hati tersayat sembilu Menyisakan pilu Apa dayaku terlambat Seperti semua telah terjerat Pada simpul kenangan yang mengikat Haruskah.. Meskipun mimpi-mimpi telah merekah Haruskah.. Semua hancur dan musnah Apakah... Segenap harap yang tercurah Haruskah.. Ku remukkan seiring kaki ini melangkah -stralucire

Hitam di Atas Putih

".... Dan ketika aku terbangun dari mimpi buruk ini, ketika itu pula aku menyadari.. Aku TIDAK sendiri...." Berdiri di tengahtengah kerumunan orang, dan aku merasa hampa. Banyak yang mengajakku bicara, dan aku tahu semua hanya kebohongan dan basa basi saja. Ketika semuanya menyapaku, aku tahu itu hanya usaha agar tak membuatku curiga. Entah kenapa, dunia ini penuh kepalsuan. Dan kepalsuan itu membuat mereka bangga, bangga? Aku berada di tengah tengah orang yang semuanya memburu sebuah tujuan yang sama, mereka menginginkan dunia mereka lebih baik dari dunia orang lain. Memang, itu tidak bisa lagi disebut egois atau apapun itu. Sungguh, aku benar benar berada di sini. Di kehidupan fana penuh iri benci ini. Kemanapun langkah kaki, yang kutemui hanyalah kesombongan diri yang menutupi keindahan hati. Bagaimana bisa? Aku tiada percaya, ini semua nyata. Mengapa begitu sulit untuk memaknai kebersamaan, mengapa begitu enggan untuk menyebut kekeluargaan. Mengapa ti...

SEBERKAS PENDAR RASA

Hanya ilusi menyayat hati Hingga sesekali jatuh ku tak mampu berdiri Dalam sepinya malam aku mencari Gerangan apa hingga hati ini jadi mati Dalam diam ku bertanya Akankah semua ini nyata? Ataukah hanya bayangan fana? Haruskah aku lari dari kenyataan? Atau menghilangkan segenap perasaan? Sebuah ucapan indah Berpilin-pilin di angkasa Merekah menjadi pendar-pendar rasa Akankah aku mendapatkan yang sama -stralucire

Pagi

Bismillah... Dengan nama Allah, dengan nama-Nya tidak akan berbahaya suatu apapun yang ada di bumi maupun di langit. -------------------------------- Pagi, saat dimana sehari yang melelahkan telah terlampaui. Pagi, dimana hari yang lebih melelahkan ada di depan mata. Bagiku waktu selalu pagi, saat embun bergelayut di ujung dedaunan seiring dengan helaan nafas tertahan. Pagi, di saat dunia terbangun dari tidur malamnya. Saat dimana seluruh dunia bersiap untuk hari yang akan segera bermula. Pagi. Adalah saat dimana semua kesedihan hari lalu ditanggalkan, ketika semua kekecewaan ditinggalkan. Adalah pagi, yang membawa segenap harapan baru untuk masa mendatang. Adalah pagi, yang melebur setiap kesedihan hati yang tersisa.

Mencintai Sejantan Ali

Ada rahasia terdalam di hati Ali yang tak dikisahkannya pada siapapun. Fathimah. Karib kecilnya, puteri tersayang dari Sang Nabi yang adalah sepupunya itu, sungguh memesonanya. Kesantunannya, ibadahnya, kecekatan kerjanya, parasnya. Lihatlah gadis itu pada suatu hari ketika ayahnya pulang dengan luka memercik darah dan kepala yang dilumur isi perut unta. Ia bersihkan hati-hati, ia seka dengan penuh cinta. Ia bakar perca, ia tempelkan ke luka untuk menghentikan darah ayahnya. Cinta tak pernah meminta untuk menanti, ia mengambil kesempatan atau mempersilakan Semuanya dilakukan dengan mata gerimis dan hati menangis. Muhammad ibn ‘Abdullah Sang Tepercaya tak layak diperlakukan demikian oleh kaumnya! Maka gadis cilik itu bangkit. Gagah ia berjalan menuju Ka’bah. Di sana, para pemuka Quraisy yang semula saling tertawa membanggakan tindakannya pada Sang Nabi tiba-tiba dicekam diam. Fathimah menghardik mereka dan seolah waktu berhenti, tak memberi mulut-mulut jalang itu kesempatan u...